1. Kepala gajah: diambil dari Dewa Ganesha yang memiliki badan seperti manusia dan berkepala gajah, dimana kepala gajah sendiri diartikan bahwa kepala sebagai sumber pengatur seluruh aktivitas tubuh termasuk perencanaan masa depan, cita-cita, dan cara otak menerima segala pengetahuan. Manusia yang memiliki kepala binatang mengandung filsafat bahwa manusia yang memiliki fokus pada sebuah tujuan tanpa terpengaruh oleh orang lain.
  2. Warna cream pada kepala gajah: cream yang merupakan percampuran antara putih dan kuning mengandung makna bahwa putih melambangkan fikiran, dan kuning melambangkan kegiatan, dimana setiap siswa diharapkan melakukan kegiatannya berdasarkan fikiran yang baik dan menghasilkan sebuah pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh orang lain.
  3. Candi bentar: merupan ciri khas dari pulau Bali dan kebudayaan Bali, dimana lembaga ini didirikan dibali, oleh orang Bali, dan merupakan ide dan produk asli Bali. Selain itu diartikan juga bahwa lembaga ini menyesuaikan dengan local genius (kebudayaan lokal) dimana lembaga ini berada, serta menyesuaikan dengan prinsip dan kondisi lingungan setempat.

Warna merah darah pada candi: berarti segala bentuk ide dan pengetahuan dapat mengalir keseluruh tubuh siswa serta menyatu dengan tubuh dan fikiran, dan memanfaatkan tubuh untuk sesuatu yang bersifat positif.